Adapun Yogyakarta dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan literasi karena dikenal sebagai provinsi dengan karakteristik kota pendidikan dan konsentrasi mahasiswa dari berbagai daerah.
Lingkungan akademik ini dinilai efektif untuk menjangkau kelompok usia muda, yang cenderung aktif menggunakan layanan keuangan digital dan berada dalam fase pembentukan kebiasaan finansial serta pengambilan keputusan ekonomi.
Selain memberikan edukasi di kalangan akademis di Yogyakarta, Indosaku juga sebelumnya melakukan sejumlah literasi diberbagai kesempatan. Berbagai program edukasi yang dijalankan Indosaku tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan layanan pinjaman daring legal yang berizin dan diawasi regulator dengan pinjaman online ilegal. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan layanan keuangan digital yang lebih sehat.
Melalui kolaborasi bersama OJK, AFPI, dan institusi pendidikan, Indosaku berharap upaya literasi keuangan ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan sesuai peruntukannya.
Ke depan, Indosaku akan terus mendukung berbagai inisiatif literasi dan edukasi keuangan sebagai kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang inklusif, terpercaya, dan berkelanjutan.
Sebagai platform teknologi finansial yang berizin dan diawasi OJK, Indosaku juga berupaya menghadirkan layanan keuangan digital yang inklusif dan aman bagi masyarakat Indonesia.
Dengan mengedepankan prinsip tata kelola, perlindungan konsumen, serta pemanfaatan teknologi yang berkualitas, Indosaku menargetkan peran sebagai solusi keuangan yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat sekaligus mendukung ekosistem keuangan digital yang sehat di Tanah Air.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
