Prodi Teknik Diarahkan ke AI hingga Robotika
Brian menjelaskan bahwa istilah “penutupan” tidak selalu berarti suatu bidang ilmu dihapus sepenuhnya. Dalam banyak kasus, program studi yang ada dikembangkan menjadi bidang baru yang dianggap lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Sebagai contoh, program studi Matematika sering dikembangkan menjadi Aktuaria. Sementara itu, beberapa program studi teknik mulai diarahkan ke bidang yang lebih spesifik seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Machine Learning, maupun robotika.
Menurutnya, evaluasi kurikulum dan program studi perlu dilakukan secara berkala agar perguruan tinggi mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang berlangsung sangat cepat.
“Sesungguhnya program studi itu tidak ditutup, tetapi substansinya dikembangkan agar lebih sesuai dengan perkembangan keilmuan,” jelasnya.
Penghentian Prodi untuk Kebutuhan Industri
Kemdiktisaintek juga menegaskan bahwa penghentian program studi bukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri secara instan. Sebaliknya, keputusan tersebut berasal dari hasil evaluasi akademik yang dilakukan masing-masing perguruan tinggi.
Pemerintah kemudian menerbitkan surat keputusan penutupan setelah menerima usulan resmi dari kampus terkait. Selain itu, penutupan juga dapat dilakukan apabila terdapat pelanggaran berat yang berujung pada sanksi administratif.
Melalui evaluasi berkala tersebut, pemerintah berharap perguruan tinggi dapat terus memperbarui program studinya sehingga tetap relevan, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat di masa depan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
