Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi guna memastikan sistem pengamanan, kesiapan petugas, serta prosedur keselamatan di perlintasan dapat berjalan dengan baik.
Menurut Luqman, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara operator kereta api, pemerintah daerah, pengelola jalan, pengelola perlintasan, aparat kewilayahan, serta masyarakat.
KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan ketika melewati perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan, memastikan kondisi jalur aman, melihat ke kanan dan kiri, serta mendahulukan perjalanan kereta api ketika akan melintas.
“Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama untuk semakin memperkuat budaya keselamatan. KAI akan terus proaktif melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang. Sampai dengan Agustus 2026, KAI Daop 4 telah melakukan sosialisasi sebanyak 267 di perlintasan sebidang, sekolah maupun ke masyarakat dan juga 14 penutupan perlintasan sebidang liar.
“KAI berkomitmen terus berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder agar keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
