SEMARANG, iNewsSemarang.id - SMC RS Telogorejo Semarang menghadirkan jembatan pemulihan melalui perhelatan edukatif bertajuk The Path to Healthy Life 2.0: 3-in-1 Mega Seminar & Talkshow 2026. Program terpadu ini berlangsung di Auditorium SMC RS Telogorejo, Lantai 3 Gedung Cattleya, pada 3-5 September 2026.
Rangkaian acara ini menjadi wujud nyata komitmen 101 tahun SMC RS Telogorejo dalam merefleksikan semangat Melayani Lintas Generasi, Selamanya Menginspirasi bukan hanya sebagai fasilitas rujukan medis, melainkan sebagai mitra dialog kesehatan yang hangat dan terpercaya bagi masyarakat.
Manager Public Relations dan Digital Marketing SMC RS Telogorejo, Andreas Yunian, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mendobrak dinding pemisah antara bahasa medis yang rumit dengan kebutuhan nyata masyarakat awam.
"Perjalanan 101 tahun mengajarkan kami bahwa tantangan kesehatan terus bertransformasi seiring perkembangan zaman. Di era modern ini, keluhan tidak lagi melulu soal penyakit fisik berat, melainkan juga kecemasan digital, trauma berolahraga, hingga kesehatan anak yang kian kompleks,” kata Andres, Kamis (3/9).
“Melalui 'The Path to Healthy Life 2.0', SMC RS Telogorejo ingin hadir lebih dekat, membongkar stigma, dan membuka akses edukasi langsung bersama para dokter spesialis kami agar masyarakat tidak lagi merasa sendirian saat menghadapi keluhan tubuhnya," katanya.
Menjembatani 'Self-Diagnosis' Lewat Konsultasi Tatap Muka
Salah satu diferensiasi utama yang dihadirkan dalam perhelatan ini adalah sesi One on One Consultation. Di tengah banjir informasi digital saat ini, masyarakat kerap terjebak dalam pusaran self-diagnosis, mencari gejala di internet yang justru melipatgandakan rasa panik, atau sebaliknya, merasa ragu dan malu untuk melangkahkan kaki ke ruang praktik dokter.
Sesi konsultasi privat ini dihadirkan sebagai ruang jeda yang memanusiakan pasien. Di bilik konsultasi yang nyaman dan terjaga kerahasiaannya, peserta tidak hanya mendengarkan materi dari panggung besar, melainkan duduk berhadapan langsung dengan dokter spesialis untuk mencurahkan riwayat medis, kekhawatiran yang belum terucap, hingga keluhan spesifik yang dialami diri maupun buah hati. Ini menjadi ruang validasi medis yang empatik, di mana setiap pertanyaan dijawab secara terukur dan personal.
Public Relations Executive SMC RS Telogorejo, Berliana Bunga mengatakan, sesi ini dirancang agar edukasi kesehatan tidak berhenti sebatas wacana teori di atas panggung.
"Banyak orang memendam sakit bukan karena tidak ingin sembuh, melainkan bingung harus memulai dari mana atau merasa cemas dihakimi. Melalui One on One Consultation, kami menyediakan ruang yang teduh dan privat agar peserta bisa berkonsultasi dari hati ke hati, memperoleh pandangan kedua (second opinion) yang kredibel, dan menemukan peta jalan pemulihan yang tepat,” jelas Bunga.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
