Diakui Dunia, Kiprah Prajurit Kodam IV Diponegoro dalam Misi Perdamaian PBB Dapat UN Medal

Ahmad Antoni
Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA dengan Main Body dari Yonzipur 4 TK di bawah Kodam IV Diponegoro yang bermarkas di Banyubiru, Kabupaten Semarang. (foto: istimewa)

“Nilai-nilai yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Jawa Tengah turut menjadi bekal dalam penugasan. Semangat gotong royong, guyub rukun, tepa selira, disiplin dan kerja keras diterapkan dalam membangun soliditas internal maupun kerja sama dengan personel dari berbagai negara yang tergabung dalam MINUSCA,” jelas Pendam IV Diponegoro dalam siaran pers, Kamis (17/9) malam.

“Jauh dari keluarga dan tanah air, para prajurit dituntut mampu bekerja sebagai satu tim, menghormati perbedaan serta mengutamakan kepentingan tugas. Setiap pekerjaan yang diselesaikan menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung mandat perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah,” ujarnya.

Tidak berhenti pada kemampuan profesional, keberadaan Kontingen Garuda juga menjadi sarana memperkenalkan Indonesia melalui diplomasi budaya. Rangkaian Medal Parade dimeriahkan penampilan pencak silat serta beragam kesenian Nusantara dari Sumatra, Betawi, Jawa, Bali hingga Papua.

Kehadiran budaya Jawa menjadi bagian penting dalam penampilan prajurit Main Body Yonzipur 4/TK. Nilai gotong royong, guyub rukun dan tepa selira ditampilkan sebagai bagian dari identitas sekaligus jembatan interaksi dengan personel dari berbagai negara. 

Suasana semakin meriah ketika personel Indonesia bersama-sama mengikuti tarian Yerusalema dan Tabola Bale, yang menjadi ruang persahabatan dan kebersamaan lintas negara.

Bagi prajurit Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, UN Medal menjadi simbol penghargaan atas pengabdian sekaligus kebanggaan bagi keluarga dan satuan di tanah air. Dukungan keluarga, doa orang tua, istri dan anak menjadi kekuatan moral yang menyertai setiap langkah prajurit selama menjalankan tugas di daerah misi.

Bagi Yonzipur 4/TK sebagai Main Body, capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab satuan untuk menjaga kepercayaan negara. Kepemimpinan Letkol Czi Septian Hermawan Saputra bersama seluruh personel menjadi bagian dalam menjaga soliditas, profesionalisme dan kehormatan satuan selama menjalankan misi perdamaian.

Pengabdian tersebut menunjukkan bahwa prajurit TNI tidak hanya membawa kemampuan dan profesionalisme ketika menjalankan tugas di luar negeri, tetapi juga membawa identitas bangsa. Setiap tugas, pekerjaan dan interaksi menjadi bagian dari wajah Indonesia dalam pergaulan internasional
Dari Banyubiru, Kabupaten Semarang, prajurit Yonzipur 4 TK membawa semangat pengabdian menuju tanah Afrika. Dari Jawa Tengah untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk perdamaian dunia.

Melalui Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA, Yonzipur 4/TK terus menunjukkan komitmennya memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan perdamaian dunia. 
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network