Suhono berharap, setelah jalan-jalan, para kafilah memiliki pengalaman yang dapat ditularkan kepada handai taulan di daerah asal.
"Jadi dengan promosi ini, secara tidak langsung dari beberapa provinsi di luar Jawa Tengah itu akan mengenal, keramah-tamahan Desa Wisata Kandri," imbuhnya.
Program itu selaras dengan keinginan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, agar MTQ Nasional XXXI 2026 sekaligus menjadi ajang promosi wisata. Di samping itu, kegiatan ini juga turut memutar roda ekonomi daerah.
Potensi Perputaran Ekonomi MTQ Diperkirakan Tembus Rp1,2 Triliun
Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memaparkan, potensi perputaran ekonomi pada ajang tersebut diperkirakan mampu menembus hingga Rp1,2 triliun. Hal ini tak berlebihan, mengingat Pameran Serambi Nusantara di kawasan Simpang Lima mampu membukukan perkiraan transaksi harian mencapai Rp500 juta.
Pada acara tersebut, ada 150 stan yang berasal dari 24 provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 12 stan kementerian, puluhan stan kuliner dan mitra, serta belasan stan mandiri. Selain itu, banyak pula sektor yang terpengaruh, mulai dari transportasi hingga perhotelan dan restoran.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
