Kajian Qira'at Minim, JQH NU Kendal Gelar Pembinaan Tahfizh dan Qira’ah Sab’ah

Selain ngaji Qiraa’ah Sab’ah, peserta juga dikenalkan metode pengajaran al-Qur’an bagi pemula, yaitu metode Fashohati oleh penyusunnya langsung, KH. Baduhun Ahmad Badawi, ketua umum PC JQH Kendal.
Menurutnya, jauh sebelum metode Fashohati yang disusun tahun 2000-an tersebut telah ada metode tertua di tanah Jawa, yaitu metode Baghdadi, yang konon dibawa oleh Syaikh Subakir pada tahun 1300-an, kemudian dilanjutkan Syaikh Quro’, menantu Prabu Siliwangi, pada tahun 1400-an.
Ada hal menarik terkait pemilihan lokasi kegiatan para hafidz Qur’an tersebut, yakni di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kwangsan, Magelung Kaliwungu Selatan, Kendal. Pondok pesantren tersebut merupakan rintisan KH. Ahmad Badawi, pentashih pertama di Indonesia.
KH. Ahmad Badawi yang saat nyantri di Mekkah tinggal sekamar dengan KH. Munawir Yogyakarta tersebut, mempunyai santri qur'an seantero jawa. Dalam sanad tahfidz al-Qur’an, nama KH Ahmad Badawi tertera gagah di samping para kyai al-Qur’an yang tangga sanad.
Kegiatan pembinaan qiraat Qur'an tersebut, menurut sang anak (KH. Baduhun Ahmad Badawi), juga digelar bertepatan haul tokoh Qur’an tersebut,“acara ini digelar sekaligus berbarengan dengan peringatan haul KH. Ahmad Badawi,” jelas KH. Baduhun Ahmad Badawi.
Kegiatan tersebut diikuti para peserta perwakilan dari 20 Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQH NU Kabupaten Kendal dan perwakilan dari pimpinan cabang JQH NU se Jawa Tengah.
Editor : Miftahul Arief