Sains Ramadhan: Potensi Pendidikan Profetik Puasa Ramadhan

SEMARANG. iNewsSemarang.id - Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Puasa Ramadhan bagi umat Islam adalah merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan, sebab perintah berpuasa adalah perintah yang bersifat pasti (Qath’i) yang tidak dapat ditawar-tawar oleh siapapun juga, dengan catatan telah memenuhi syarat dan rukunnya.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur'an yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqarah : 183).
Universal
Ibadah puasa termasuk ibadah yang sudah lama diturunkan, bersifat universal dan sangat indah sekali untuk kita laksanakan, sebab berdasarkan informasi yang disampaikan Alquran, ibadah ini telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum umat Nabi Muhammad SAW.
Sekalipun tak disebutkan sejak kapan dan oleh umat yang mana, namun diyakini bahwa seluruh umat telah melaksanakannya. Hal ini dibuktikan dengan berbagai catatan sejarah, yang menyebutkan bahwa hampir semua bangsa-bangsa yang ada di dunia melaksanakan apa yang disebut dengan berpuasa. Hanya saja, syarat, rukun, tujuan, waktu, niat dan tata caranya yang berbeda antara satu sama yang lain.
Berdasarkan kajian para ahli dan literatur ilmiah yang ditemukan, bahwa bangsa India, Cina, Mesir Kuno, Yunani, Yahudi, Romawi, Persia, Jawa Kuno, Arab Jahiliyah, Buddha, Hindu, dan termasuk dalam agama-agama yang dianut penduduk bumi, baik agama samawi maupun agama duniawi, masing-masing telah mengajarkan dan mengamalkan puasa pada hari atau bulan tertentu dalam setiap tahun.
Editor : Miftahul Arief