8 Fakta Rupiah Anjlok Dekati Rp18.000, Gelombang Penutupan Pabrik hingga PHK di Depan Mata
Jika dibiarkan tanpa intervensi perlindungan, tren pelemahan ini berisiko memicu gelombang penutupan pabrik. Pasalnya, kondisi setiap subsektor dalam industri manufaktur berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
Pemerintah diminta turun tangan dengan tidak menambah beban baru berupa pungutan pajak bagi sektor yang sedang terpuruk, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kebijakan pemberian insentif yang selektif dan tepat sasaran dinilai dapat menjadi penyelamat bagi industri strategis yang menyerap banyak tenaga kerja.
“Kan industri manufaktur ini tidak bisa disamakan semuanya, ada yang masih bagus, ada yang sudah berdarah-darah. Jadi yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengantisipasi agar mereka tidak sampai bangkrut, kemudian melakukan PHK,” ujar Faisal.
Di sisi lain, Purbaya meminta masyarakat tidak perlu panik mengenai kondisi nilai tukar Rupiah saat ini "Enggak (perlu panik). Karena pondasi ekonomi kita bagus, kita tahu betul kelemahan kita di mana, dan bisa kita betulin," ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan, fondasi ekonomi Indonesia bagus dan percaya pemerintah dapat memperbaiki kondisi saat ini. Bahkan, dirinya menegaskan, kondisi ekonomi saat ini berbeda dengan krisis 1998.
"Kita enggak akan sejelek kayak tahun '98 lagi, enggak akan jelek malah. Dengan fondasi ekonomi yang kuat enggak terlalu sulit sebetulnya," tegasnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap membantu menjaga nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Namun, kata Purbaya proses penguatan nilai tukar Rupiah melalui intervensi pemerintah membutuhkan waktu.
Purbaya menegaskan bahwa dukungan Kementerian Keuangan tidak dilakukan melalui intervensi langsung di pasar valuta asing, melainkan melalui penguatan pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau bond market. Purbaya menilai bahwa stabilitas di pasar obligasi merupakan kunci agar tekanan terhadap mata uang Garuda tidak semakin dalam.
"Itu kan perlu waktu. Kita kan enggak masuk ke pasar dolar langsung. Tapi kita hanya menjaga stabilitas bond market," ujar Purbaya di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Langkah stabilisasi ini dilakukan secara perlahan guna memastikan imbal hasil obligasi tetap menarik bagi investor. “Kita akan bantu sedikit-sedikit nanti," katanya.
Editor: Ahmad Antoni