Pimpinan Padepokan di Pekalongan Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Modus Diajak Pijat
Tak hanya pelaku, sebagian santriwati yang menjadi korban juga turut dimintai keterangan oleh petugas untuk melengkapi berkas perkara.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membeberkan modus licik yang digunakan pelaku untuk mengelabui para korbannya saat masih menimba ilmu di padepokan tersebut.
"Modusnya, saat korban korban masih mondok di sana, santriwati-santriwati ini diajak untuk pijat. Pas ada kesempatan, si pelaku meminta agar disentuh kemaluannya. Itu kan hal yang sangat tidak manusiawi, melanggar asusila," ujarnya.
AKBP Riki Yariandi menambahkan polisi terus mengumpulkan bukti-bukti kuat dari para saksi. "Keterangan saksi itulah yang kami hubungkan menjadi alat bukti," ujarnya.
Hingga saat ini, Polres Pekalongan Kota masih memeriksa secara maraton guna mengungkap kasus ini hingga tuntas. Proses penyelidikan ini juga melibatkan psikolog serta Tim Labfor Polda Jateng untuk mendampingi psikologis para korban.
Untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, petugas kini telah memasang garis polisi di area pondok pesantren tersebut.
Editor : Ahmad Antoni