Hindari Minum Kopi dan Teh Terlalu Panas, Risiko Kanker Kerongkongan
Dia mengatakan, hasil penelitian menunjukkan konsumsi teh atau kopi dalam kondisi sangat panas berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, khususnya jenis kanker sel skuamosa.
“Peningkatan risiko terkena kanker kerongkongan pada orang yang rutin minum teh atau kopi saat suhunya masih sangat panas (>65 C), dibandingkan dengan yang diminumnya saat suhu sudah hangat. Kanker kerongkongan pada kondisi ini yang meningkat adalah kanker sel skuamosa," jelasnya.
Selain suhu, frekuensi konsumsi juga menjadi perhatian. Berdasarkan penjelasan dr. Adam terhadap hasil riset tersebut, minum teh atau kopi dalam kondisi sangat panas dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga tiga kali lebih tinggi.
Sementara konsumsi lebih dari enam cangkir per hari disebut berkaitan dengan peningkatan risiko hingga 71 persen.
Minuman Hangat Lebih Aman untuk Dikonsumsi
Karena itu, dr Adam mengingatkan masyarakat untuk memberikan waktu agar suhu kopi atau teh turun sebelum diminum. Minuman yang sudah lebih hangat dinilai lebih aman untuk dikonsumsi dibandingkan langsung menyeruputnya ketika masih sangat panas.
"Kesimpulan, rutin konsumsi minuman panas, apalagi yang sangat panas (>65 C) setiap harinya, berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya kanker pada kerongkongan," ujar dr Adam.
Kopi dan teh tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Namun, sebaiknya tunggu hingga suhu minuman turun dan terasa hangat sebelum dikonsumsi.
Editor: Ahmad Antoni