Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hari ke-9 Operasi SAR, KKJ Jateng-DIY Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Fenomena Kawah Telur Ceplok Muncul usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan Ahli Kebencanaan

Selasa, 22 September 2026 | 05:34 WIB
  • author Binti Mufarida
Heboh Fenomena Kawah Telur Ceplok Muncul usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan Ahli Kebencanaan
Fenomena kawah 'telur ceplok' di area Gunung Anak Krakatau (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau mereda setelah erupsi besar yang terjadi pada 3 September 2026. Kondisi terkini hanya tersisa aktivitas kegempaan dan asap putih sisa erupsi.

Dari sisa aktivitas tersebut, muncul fenomena yang disebut masyarakat sebagai "telur ceplok" di area Gunung Anak Krakatau. Fenomena itu tampak berupa pola warna kuning dan putih di area kawah.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan interaksi air, gas vulkanik, serta batuan dan mineral di lingkungan kawah.

"Fenomena kawah Anak Krakatau yang tampak seperti telur ceplok terjadi karena interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur atau belerang, serta batuan dan mineral hasil alterasi hidrotermal,” jelas Daryono dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

“Warna kuning pada bagian tengah berkaitan dengan sulfur dan material mineral yang terbentuk atau terlarut akibat aktivitas vulkanik, sedangkan bagian putih di sekelilingnya merupakan batuan dan mineral yang mengalami alterasi oleh fluida serta gas panas," imbuhnya. 

Menurutnya, genangan air berada di bagian terendah kawah. Sementara itu, proses kimia dan pengendapan mineral di sekitarnya menghasilkan kontras warna yang jika dilihat dari udara menyerupai kuning telur dan putih telur.

"Genangan air menempati bagian terendah kawah, sementara proses kimia dan pengendapan mineral di sekitarnya menciptakan kontras warna yang dari udara terlihat sangat menyerupai kuning telur dengan putih telur. Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius, atau pertanda bahaya," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut