Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hari ke-9 Operasi SAR, KKJ Jateng-DIY Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Fenomena Kawah Telur Ceplok Muncul usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan Ahli Kebencanaan

Selasa, 22 September 2026 | 05:34 WIB
  • author Binti Mufarida
Heboh Fenomena Kawah Telur Ceplok Muncul usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan Ahli Kebencanaan
Fenomena kawah 'telur ceplok' di area Gunung Anak Krakatau (Foto: Istimewa)

Daryono menjelaskan, kemunculan fenomena tersebut dapat dipahami sebagai rangkaian perubahan aktivitas di kawah setelah erupsi besar Anak Krakatau pada 3 September 2026.

"Jadi urutannya kira-kira erupsi besar Anak Krakatau 3 September, aktivitas permukaan kemudian mereda, rekaman udara menampilkan genangan kawah dengan pola kuning-putih, video mulai viral 18 September, 19 September pemberitaan makin meluas dan masyarakat ingin tahu apa sebabnya?" ujarnya.

Dia menambahkan, istilah "telur ceplok" bukan merupakan nama resmi dalam vulkanologi, melainkan sebutan publik untuk menggambarkan penampakan visual tersebut.

"Catatan penting: istilah telur ceplok tampaknya adalah sebutan publik untuk penampakan visual tersebut, bukan nama fenomena vulkanologi resmi," katanya.

Daryono menyebut fenomena itu sebagai genangan kawah yang mengalami perubahan geokimia akibat interaksi air, gas vulkanik, dan batuan.

"Saya menyebutnya genangan kawah yang mengalami perubahan geokimia akibat interaksi air, gas vulkanik, batuan (acid-sulfate alteration). Fenomena ini dapat muncul atau berubah setelah episode erupsi karena sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah mengalami perubahan," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut