Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mau Jadikan Jateng Pusat Syariah Nasional, Rezza Artha Perkuat Kolaborasi dengan BI dan OJK
Advertisement . Scroll to see content

Buka Akses ke Pasar Internasional, MES Jateng Siapkan Pengembangan Koperasi Ekspor

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:23 WIB
  • author Ahmad Antoni
Buka Akses ke Pasar Internasional, MES Jateng Siapkan Pengembangan Koperasi Ekspor
Pelantikan pengurus MES Jateng periode 2026–2030 di Semarang. (foto: istimewa)

Sejumlah program strategis telah disiapkan MES Jawa Tengah. Di antaranya penguatan koperasi dan UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penguatan dana sosial Islam.

Pengembangan Koperasi Ekspor

Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Koperasi Ekspor yang diarahkan untuk membuka akses produk-produk Jawa Tengah ke pasar internasional. Program tersebut ditargetkan mulai mendorong ekspor ke kawasan Timur Tengah pada November 2026.

Bagi Rezza, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah paradigma bahwa pelaku UMKM tidak selamanya hanya menjadi pemain di pasar lokal.

“Produk-produk kita memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana kualitas produk, legalitas, sertifikasi halal, kemasan, kapasitas produksi dan akses pasarnya kita siapkan bersama,” ujarnya.

Selain sektor usaha, MES Jateng juga memberi perhatian terhadap penguatan ekonomi pesantren. Pesantren dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program Santri Weekend

Program Santri Weekend menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai keterampilan dan wawasan kepada generasi muda pesantren. Bersamaan dengan itu, MES Jateng juga menyiapkan program Sunrise IT for Santri, yang diarahkan untuk memperkenalkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) kepada para santri.

Rezza menilai penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. Pesantren, menurut dia, tidak boleh berada di luar arus transformasi digital.

“Santri harus mempunyai kesempatan yang sama untuk mengenal teknologi, termasuk AI. Kita ingin nilai-nilai yang kuat dari pesantren berjalan beriringan dengan kemampuan teknologi, kreativitas dan kewirausahaan,” ujarnya.

Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi MES Jateng untuk melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, pengembangan industri halal juga menjadi perhatian. Jawa Tengah memiliki basis industri, UMKM, pesantren dan komunitas yang besar sehingga penguatan ekosistem halal dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru.

Rezza menegaskan, industri halal harus dipandang sebagai peluang bisnis sekaligus bagian dari peningkatan kualitas produk.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut