Buka Akses ke Pasar Internasional, MES Jateng Siapkan Pengembangan Koperasi Ekspor
“Ketika sebuah produk memenuhi standar halal dan memiliki kualitas yang baik, sesungguhnya pasarnya menjadi semakin luas. Ini bukan hanya berbicara mengenai pasar umat Islam, tetapi juga tentang kualitas, keamanan dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Ia berharap pelantikan pengurus MES Jateng menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan organisasi yang mampu bekerja lintas sektor dan tidak terjebak pada sekat-sekat kelembagaan.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa sendiri, pengusaha tidak bisa sendiri, akademisi tidak bisa sendiri, pesantren tidak bisa sendiri. Semuanya harus bertemu dan bekerja bersama,” ungkap Rezza.
Ia pun mengajak seluruh jajaran MES Jawa Tengah menjadikan periode kepengurusan baru sebagai momentum untuk menghadirkan program yang terukur dan memberikan dampak nyata.
“Ukuran keberhasilan MES bukan seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan,” tegasnya.
“Kita ingin membangun ekonomi yang tumbuh bersama. Bukan hanya besar secara angka, tetapi juga memberikan kebermanfaatan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk maju,” ujarnya.
Sementara itu, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, pembentukan kawasan industri halal tersebut saat ini masih dibahas bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pegiat ekonomi syariah.
Menurutnya, pembahasan bersama berbagai pihak diperlukan agar kawasan tersebut nantinya mampu menarik industri dari luar Jawa Tengah.
Gus Yasin juga menekankan pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi syariah, termasuk dari sisi pariwisata dan kuliner. Jawa Tengah, kata dia, telah merasakan apresiasi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, terhadap layanan yang ramah bagi wisatawan muslim.
Apalagi, Taj Yasin menambahkan, penguatan ekonomi syariah tersebut juga akan menjadi bagian dari arah pembangunan Jateng pada 2027. Oleh karena itu, ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan menjadi salah satu tema yang akan dikembangkan.
Ia berharap kepengurusan baru MES Jateng dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah. Menurutnya, potensi anak muda dengan pengalaman di bidang industri, ekspor-impor, perekonomian, hingga fesyen dapat menjadi tenaga baru dalam pengembangan ekonomi syariah.
Editor: Ahmad Antoni