Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Candi Prambanan hingga Borobudur Jadi Ruang Ibadah, Perkuat Daya Tarik Wisata Religi di Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Perluas Kunjungan Wisatawan, Pemprov Jateng Siapkan 1.000 Desa Wisata Baru

Sabtu, 07 November 2026 | 07:02 WIB
  • author Ahmad Antoni
Perluas Kunjungan Wisatawan, Pemprov Jateng Siapkan 1.000 Desa Wisata Baru
Sejumlah wisatawan asing menjajal alat kesenian tradisional saat mengunjungi desa wisata kawasan Borobudur. (foto: istimewa)

Ina juga menikmati pengalaman memainkan gamelan. Musik tradisional Indonesia itu memiliki karakter suara yang berbeda dengan musik yang biasa didengarnya di Jerman. Pengalaman memainkan alat musik bersama masyarakat setempat, menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya.

Senada, Anke, wisatawan asal Jerman lainnya, mengaku sangat menikmati kunjungan pertamanya ke Candirejo. Dia secara khusus mengapresiasi keramahan masyarakat yang menyambut rombongan mereka.

"Saya juga berasal dari Jerman, tepatnya dari wilayah utara dekat Hamburg. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke sini, dan saya benar-benar menikmatinya. Semuanya sangat menyenangkan," kata Anke.

Pengalaman yang dirasakan wisatawan tersebut merupakan bagian dari konsep wisata yang dikembangkan Desa Wisata Candirejo. Wisatawan tidak hanya diajak berkunjung ke suatu tempat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas masyarakat, mulai dari industri rumahan hingga kesenian tradisional.

Desa Wisata Dirintis Sejak 1996

Ketua Koperasi Desa Wisata Candirejo, Ahmad Mudhofar Ersyidik menjelaskan, desa wisata tersebut mulai dirintis pada 1996. Gagasan itu berawal dari keprihatinan pemerintah desa karena lokasinya berdekatan dengan Candi Borobudur, tetapi masyarakat belum mendapatkan manfaat ekonomi secara optimal dari keberadaan destinasi wisata tersebut.

Pemerintah desa kemudian membentuk kelompok kerja, untuk memetakan potensi wilayah. Setelah mendapatkan pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat pada 1999, Candirejo ditetapkan sebagai proyek percontohan desa wisata Kabupaten Magelang. Desa Wisata Candirejo kemudian diresmikan pada 2003.

“Dalam perkembangannya, pengelolaan pariwisata dilakukan melalui Koperasi Desa Wisata Candirejo. Lembaga ini menjadi penghubung antara pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mengelola paket wisata,” tuturnya.

Konsep Paket Wisata Berbasis Aktivitas Masyarakat

Ersyidik mengatakan, konsep yang ditawarkan adalah paket wisata berbasis aktivitas masyarakat. Di dalamnya terdapat kelompok dokar, katering, kesenian, homestay, hingga industri rumahan. Ketika wisatawan mengunjungi industri rumahan, mereka tidak sekadar ditawarkan membeli produk. Pengunjung justru diperlihatkan proses pembuatannya, agar mendapatkan pengalaman langsung.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut