Chainalysis merupakan platform data blockchain yang menyediakan solusi investigasi, kepatuhan, dan market intelligence berbasis AI yang digunakan oleh instansi pemerintah, bursa aset digital, institusi keuangan global, hingga perusahaan keamanan siber di lebih dari 70 negara.
Data dan teknologi yang dikembangkan Chainalysis telah membantu berbagai institusi dunia dalam menangani kasus kejahatan siber berskala besar sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital yang lebih aman dan transparan.
Indonesia Peringkat 7 Dunia Adopsi Aset Kripto
Menurut Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto. Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima, dengan pertumbuhan mencapai 103% secara tahunan.
Diederik Van Wersch, Regional Director ASEAN Chainalysis, menilai bahwa pertumbuhan industri yang pesat perlu diimbangi dengan sistem kepatuhan dan pengawasan risiko yang semakin kuat.
“Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sistem kepatuhan dan pemantauan risiko yang semakin mumpuni. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real-time sehingga dapat ditangani dengan lebih cepat dan akurat,” kata Diederik.
“Kami melihat platform ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun fondasi tersebut dan bangga dapat mendukungnya melalui teknologi serta keahlian yang kami miliki untuk membantu menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, juga menargetkan peningkatan efisiensi operasional kepatuhan, percepatan proses investigasi internal, serta penguatan kemampuan mitigasi terhadap aktivitas mencurigakan di jaringan blockchain.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
