Menurutnya, perjalanan Semarang–Salatiga melalui ruas tol menjadi salah satu pembuktian performa mobil ini dalam menjaga kenyamanan kabin, kestabilan saat melaju, serta efisiensi energi selama perjalanan.
Kehadiran BYD M6 DM menambah pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, khususnya bagi konsumen yang membutuhkan mobil keluarga dengan teknologi hemat energi namun tetap praktis digunakan untuk perjalanan luar kota.
Melalui kegiatan test drive ini, BYD ingin memperkenalkan langsung karakter mobil tersebut kepada masyarakat dan media, sekaligus menunjukkan kemampuan teknologi Dual Mode dalam menghadapi berbagai kondisi perjalanan di jalan raya.
Sementara itu, Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan memaparkan bahwa BYD mengusung teknologi Dual Mode (DM) ke pasar Indonesia. Menurutnya, teknologi tersebut menjadi solusi transisi bagi masyarakat yang masih ragu untuk langsung beralih ke kendaraan listrik murni.
Dia menyebutkan, secara global BYD telah mencatat pencapaian penjualan sekitar 16,5 juta kendaraan. Dari jumlah tersebut, hampir 50 persen menggunakan teknologi DM yang menggabungkan mesin konvensional dan sistem elektrifikasi.
“Memang teknologi DM ini terkesan baru di Indonesia, tetapi secara global sudah sangat berkembang. Kami melihat saat ini adalah momen yang tepat untuk membawa teknologi ini ke Indonesia,” jelasnya.
Ada beberapa pertimbangan utama BYD menghadirkan kendaraan DM. Pertama, kondisi infrastruktur kendaraan listrik di sejumlah daerah masih menjadi tantangan, terutama di luar kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
“Kami melihat masih ada tantangan dari sisi infrastruktur. Selain itu, kesiapan konsumen untuk langsung berpindah ke kendaraan listrik penuh juga belum terlalu tinggi,” jelasnya.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah kondisi harga bahan bakar yang cukup tinggi. Luther menilai teknologi DM dapat memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi masyarakat karena tetap menawarkan efisiensi kendaraan listrik namun tidak sepenuhnya bergantung pada fasilitas pengisian daya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
