Kekeringan Landa Jateng, BPBD Gelontorkan 654 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak

Ahmad Antoni
Ilustrasi, sejumlah wilayah di Jateng terdampak kekeringan. (foto: istimewa)

Menurut Bergas, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan mengancam sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Brebes, Tegal, Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, dan Banjarnegara.

Meski sempat muncul kekhawatiran terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memengaruhi biaya operasional distribusi air bersih, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, Bergas memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Strateginya, pemerintah daerah diminta memaksimalkan anggaran yang tersedia pada Juni-Juli untuk distribusi air bersih. Sementara kebutuhan tambahan akibat kenaikan biaya operasional akan diakomodasi melalui perubahan anggaran.

Selain dropping air bersih, Pemprov Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur dalam dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Sebab itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan segera melapor melalui RT/RW, pemerintah desa, kecamatan, hingga BPBD setempat apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami mengimbau warga untuk mempersiapkan diri dengan menghemat dan menabung air. Ini langkah penting agar kita bisa bertahan menghadapi kondisi kekeringan ini," ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network