"Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Jumat (21/8).
Artinya, keluarga dalam satu kategori desil tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama. Pemeringkatan desil mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi, seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.
Hasilnya, desil dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10% keluarga, yaitu:
Desil 1: Kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau miskin ekstrem;
Desil 2: Kelompok keluarga kategori miskin;
Desil 3: Kelompok keluarga kategori hampir miskin;
Desil 4: Kelompok keluarga kategori rentan miskin;
Desil 5: Kelompok keluarga kategori ekonomi menengah ke bawah;
Desil 6-10: Kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan menengah, menengah atas, sejahtera, sangat sejahtera, dan paling sejahtera.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
