Ini 8 Jenis Makanan yang Paling Sering Menyebabkan Reaksi Alergi, Kacang Pohon hingga Ikan

Ahmad Antoni
Dokter spesialis anak SMC RS Telogorejo, dr Galuh Hardaningsih MSi Med SpA(K) dalam talkshow di di Auditorium SMC RS Telogorejo, Semarang, Sabtu (5/9/2026). (Foto: iNewsSemarang.id)

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Alergi merupakan reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, makanan, obat-obatan, atau bulu hewan. 

Alergi makanan terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah menganggap protein tertentu dalam makanan sebagai zat berbahaya. Kondisi ini memicu pelepasan histamin yang menimbulkan berbagai gejala, mulai dari gatal-gatal ringan hingga sesak napas yang berbahaya

Alergi dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang yang memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Pada sebagian orang, alergi dapat membaik seiring bertambahnya usia, tetapi ada juga yang menetap hingga dewasa.

Dokter spesialis anak SMC RS Telogorejo, dr Galuh Hardaningsih MSi Med SpA(K) menyebutkan setidaknya ada 8 jenis makanan yang paling sering menyebabkan reaksi alergi, di antaranya:

1.Kacang pohon, contoh almond, kenari, mete, pistachio
2.Kacang tanah, sering ditemukan dalam makanan olahan
3.Kerang, termasuk udang, kepiting, lobster dan tiram
4.Telur, biasanya dari telur ayam
5.Gandum, termasuk gandum utuh, tepung dan olahannya
6.Kedelai, sering terdapat pada tahu, tempe, susu kedelai, dan makanan olahan lainnya
7.Ikan, contoh ikan laut seperti tuna, salmon, kakap
8.Susu, temasuk susu sapi dan produk olahannya (keju, yoghurt, mentega dll)

“Alergi makanan sendiri merupakan respons imun spesifik tubuh terhadap makanan tertentu yang kemudian menimbulkan gejala merugikan,” jelas dr Galuh Hardaningsih dalam acara talkshow bertema Alergi pada Anak di Auditorium SMC RS Telogorejo, Semarang, Sabtu (5/9/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, talkshow juga menghadirkan narasumber dr Niken Kusumaningrum SDV mengangkat tema "DVE Dermatitis Atopic" dan dr Riza Sahyuni MKes SpA(K) bertemakan "Kupas Tuntas Asma pada Anak".

Menurutnya, pengenalan pola gejala dan pemicu menjadi penting agar orangtua tidak serta-merta menghindari berbagai jenis makanan tanpa dasar yang jelas. 

“Dengan mengenali pola gejala, orangtua dapat lebih cermat membedakan keluhan yang mungkin berkaitan dengan alergi dan kondisi lain yang memiliki gejala serupa,” ujarnya.

Dia menjelaksan Urtikaria merupakan reaksi kulit yang ditandai munculnya bentol atau benjolan disertai kemerahan dan rasa gatal.

Bentol tersebut bisa muncul secara mendadak, berpindah-pindah di berbagai bagian tubuh. Kemudian menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa meninggalkan bekas.

"Penyebab urtikaria pada anak yang paling sering justru adalah infeksi virus," ungkap Galuh. Sebab itu, dia meminta agar orangtua tidak perlu buru-buru menyimpulkan bahwa setiap biduran yang muncul setelah anak mengonsumsi makanan tertentu merupakan alergi makanan. 

“Selain infeksi, urtikaria juga dapat dipicu reaksi alergi terhadap makanan seperti kacang, telur, dan susu. Obat tertentu, termasuk antibiotik, serta sengatan serangga juga dapat menjadi pemicu,” ujarnya.

Galuh mengungkapkan, urtikaria dapat dikenali dari bintik atau bercak merah maupun keputihan yang menonjol, memiliki batas tegas, dan terasa sangat gatal. Kelainan kulit ini dapat muncul di seluruh tubuh dan berpindah dari satu bagian ke bagian lain.

Pada kondisi tertentu, urtikaria juga dapat disertai angioedema, yakni pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam, misalnya pada kelopak mata atau bibir. "Namun, tanda alergi pada anak tidak hanya muncul pada kulit," ujarnya. 

Reaksi alergi juga bisa terlihat di saluran pernapasan maupun pencernaan. Pada saluran pernapasan, misalnya, alergi dapat berkaitan dengan asma. 

Gejalanya seperti batuk yang berulang, terutama pada malam atau dini hari maupun ketika anak beraktivitas. Selain itu napas berbunyi "ngik" atau mengi, napas cepat, sesak, hingga anak mudah lelah saat bermain atau berolahraga.

Sementara itu, pada rhinitis alergi, gejala yang umum muncul berupa hidung berair dengan cairan jernih, hidung tersumbat, bersin berulang, serta rasa gatal pada hidung, mata, atau langit-langit mulut. 

"Keluhan tersebut dapat lebih sering dirasakan pada pagi atau malam hari. Reaksi alergi juga dapat melibatkan saluran pencernaan," ungkapnya. 

Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain rasa gatal pada mulut atau tenggorokan, muntah. Lalu diare yang berlangsung lama, buang air besar berdarah, sakit perut, hingga anak menolak makan. 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network