Fadli mengaku mempersiapkan diri selama dua hingga tiga bulan sebelum mengikuti MTQ Nasional. Pihaknya telah melakukan berbagai latihan kepada kafilah. "Provinsi (Jambi) telah banyak melakukan training center atau pelatihan untuk mempersiapkan para kafilah," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia MTQ Nasional, Hidayat Maskur mengatakan, sistem penilaian tahun ini dibuat lebih transparan.
"Nomor urut peserta sekarang selalu diacak, sehingga tidak ada yang mengetahui urutannya," kata Hidayat, saat mendampingi Person in Charge (PIC) musabaqah cabang Tafsir Al-Qur'an Golongan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Zaimatul Chasanah, di lokasi.
Menurut dia, sistem tersebut diterapkan untuk mencegah adanya permainan, sekaligus menjaga independensi dewan hakim. "Tujuannya agar semuanya transparan, tidak ada permainan, dan tentunya penilaian tetap netral," ujarnya.
Khusus cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, terdapat 87 peserta yang mengikuti perlombaan. Dengan peserta Bahasa Indonesia 44 orang, sedangkan Bahasa Inggris sebanyak 43 peserta.
Wakil Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional, KH Ahmad Darodji menilai, pelaksanaan lomba secara umum sudah berjalan baik. Hal itu disampaikannya usai memantau sejumlah lokasi penyelenggaraan, termasuk di BPL2K Semarang.
Dia berharap, Jawa Tengah sebagai tuan rumah tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga meraih prestasi. "Jawa Tengah sendiri mudah-mudahan sebagai tuan rumah bisa mendapatkan prestasi yang baik," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
