Video Kerusuhan Kanjuruhan, Tragedi Terkelam Sejarah Sepak Bola di Tanah Air

Akhmad Nur Shofi
.
Senin, 03 Oktober 2022 | 13:33 WIB

MALANG, iNewsSemarang.id - Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Laga lanjutan Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya berujung petaka.

Ratusan nyawa melayang pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (1/10/2022). Tragedi Kanjuruhan tersebut memakan korban dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak.

Bahkan, terdapat korban meninggal dunia yang masih balita atas nama Gibran Rata Elfano yang masih berusia 2 tahun. Almarhum Gibran berasal dari Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Selain anak-anak, tak sedikit juga korban berusia remaja.

Halkin Al Mizan misalnya. Warga Sumberpucung tersebut menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan.

Korban jiwa lainnya, yakni Audi Nesia Alfiari. Bocah berusia 12 tahun asal Kedungkandang ini juga menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.

Sebanyak 125 orang meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang sebelumnya diberitakan korban jiwa sebanyak 183 orang. Jumlah korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ini mengalami pembaharuan setelah sejumlah pihak terkait melakukan pemutakhiran data.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jumlah 125 korban meninggal berdasarkan pengecekan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota Malang. Menurut Listyo Sigit, ada perbedaan data karena ada korban yang tercatat ganda.

Jumlah korban jiwa ini merupakan jumlah yang luar biasa untuk ukuran tragedi di dalam pertandingan sepak bola. Kerusuhan ini hampir menyamai tragedi sepak bola di Peru pada tahun 1964 silam yang memakan korban meninggal dunia hingga 328 orang.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berbelasungkawa atas peristiwa tersebut. Jokowi memerintahkan kepada Menteri Pemuda Olahraga, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang penyelenggaraan pertandingan sepak bola dan prosedur pengamanannya.

Editor : Maulana Salman
Bagikan Artikel Ini