Sains Ramadhan: Manfaat Kurma dan Air Nabeez, Menu Buka Puasa Rasulullah

Nabi Muhammad merupakan teladan (Uswatun Hasanah) yang paling sempurna bagi umat Islam dalam menerapkan gaya hidup sehat. Beliau memberikan tuntunan dalam memilih makanan apa saja yang layak dikonsumsi. Hal ini sesuai dengan wahyu Allah SWT dalam Alquran Surah Annahl ayat 114:
فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Makanlah sebagian apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai (rezeki) yang halal lagi baik dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
Khusus untuk bulan Ramadhan, beliau menganjurkan berbuka puasa dengan kurma. Hal ini termaktub dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
"Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering (tamr), karena hal itu mengandung keberkahan. Jika tidak ada, maka berbukalah dengan air karena air itu menyucikan.” (HR. At-Tirmidzi).
Dalam sebuah hadits lain disebutkan, “Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat. Kalau tidak ada ruthab, beliau makan tamar (kurma kering). Bila tidak ada keduanya, beliau biasanya meminum air seteguk demi seteguk.”
Mengapa Rasulullah SAW memilih kurma sebagai makanan awal pembuka? Adakah hikmah di baliknya?
Kajian Saintifik Mengonsumsi Kurma Saat Berbuka Puasa
Buah kurma merupakan satu dari sekian banyak buah dengan usia paling tua di dunia. Buah kurma sudah ada semenjak tahun 5000 tahun lalu di Timur Tengah dan beberapa di Afrika utara, meskipun belum diketahui secara pasti asal tempat buah manis ini. Akan tetapi, dari sisi sejarah, buah kurma pertama kali ditemukan di Iraq pada rentang tahun 3000 sebelum Masehi.
Buah kurma mengandung gula 80%, yang terdiri atas fruktosa glukosa, dan sukrosa. Bahan lain yang terkandung di dalam buah kurma antara lain produk mineral termasuk Cu, Fe, Mg dan asam folat.
Al-Qur’an surat Maryam (ayat 24-25) menceritakan tentang Kurma ini saat Maryam hendak melahirkan Nabi Isa As.
فَنَادٰىهَا مِنْ تَحْتِهَآ اَلَّا تَحْزَنِيْ قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ۖ
Dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih. Sungguh, Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.
Editor : Sulhanudin Attar