Rumah Sakit Elite di Semarang Ini Kenalkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan, Ada Ronee hingga ODS
Dari sisi persiapan, pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh, baik kondisi fisik maupun medis, termasuk pemeriksaan jantung, paru, serta optimalisasi kondisi seperti tekanan darah dan gula darah. Pasien juga akan mendapatkan edukasi serta latihan penguatan otot sebelum operasi sebagai bagian dari persiapan yang komprehensif.
Pasca tindakan, proses pemulihan dirancang secara sistematis. Pasien bahkan dapat mulai mobilisasi sejak hari pertama, dilanjutkan dengan latihan berjalan dalam beberapa hari berikutnya.
Dalam waktu beberapa minggu, fungsi berjalan akan kembali secara bertahap, dan dalam beberapa bulan pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Keunggulan layanan RONEE ini semakin diperkuat dengan keberadaan WMC dan ODS yang telah lama menjadi bagian dari layanan unggulan SMC RS Telogorejo.
“WMC hadir sebagai pusat perawatan luka modern yang didukung tenaga medis tersertifikasi serta teknologi terkini untuk mempercepat proses penyembuhan luka, termasuk luka pasca operasi,” ujar Alice.
Sementara itu, ODS memungkinkan pasien menjalani berbagai tindakan operasi tanpa perlu rawat inap, berkat dukungan teknik bedah minimal invasif dan anestesi modern yang memungkinkan pasien pulih lebih cepat dan nyaman.
Melalui integrasi antara teknologi robotik, layanan bedah modern, dan perawatan pasca tindakan yang optimal, SMC RS Telogorejo menghadirkan standar baru dalam pelayanan kesehatan.
Tidak hanya berfokus pada keberhasilan tindakan medis, tetapi juga pada kenyamanan, efisiensi, dan kualitas hidup pasien setelah perawatan.
“Dengan inovasi ini, SMC RS Telogorejo berkomitmen untuk terus berkembang dan menjadi rumah sakit rujukan utama di Jawa Tengah, yang mampu menghadirkan layanan kesehatan berkelas internasional bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo, Ir Hendro Sutantyo menambahkan, layanan medis berbasis teknologi canggih ini mengedepankan pendekatan pada pasien.
“Transformasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus akurasi diagnosis, dengan tetap menempatkan pasien sebagai fokus utama,” jelas Hendro.
Menurut dia, tiga inovasi layanan medis yang diresmikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“WOC hadir sebagai pusat perawatan luka terpadu untuk menangani luka kronis maupun akut dengan teknik modern, guna mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi serius,” ujar Hendro.
“Sedangkan fasilitas One Day Surgery memungkinkan pasien menjalani tindakan bedah dan pulang pada hari yang sama,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni