Stres Tak Selalu Berarti Gangguan Jiwa, Dokter Ungkap Perbedaan dan Cara Mengatasinya

Ahmad Antoni
dr. Alifiati Fitrikasari, Sp. KJ (K) saat berbicara dalam Talkshow bertemakan Stres dan Gangguan Jiwa Auditorium SMC RS Telogorejo Semarang, Kamis (3/9/2026). (foto: iNewsSemarang.id)

“Lingkungan digital memiliki banyak manfaat. Mulai dari memudahkan komunikasi dan membangun koneksi sosial, mendukung proses belajar dan akses informasi, hingga membuka akses terhadap layanan kesehatan,” kata dr Novalia.

Tapi yang harus diperhatikan, penggunaan teknologi juga dapat berdampak pada berbagai risiko. Di antaranya distraksi akibat information overload, paparan konten berbahaya, penggunaan yang sulit dikontrol hingga gangguan tidur. 

“Saya berharap masyarakat tidak semata-mata berpatokan pada durasi penggunaan gadget. Penggunaan media sosial, misalnya, perlu dilihat dari konteks dan pola pemakaiannya,” ujarnya.

Termasuk memperhatikan kemungkinan paparan cyberbullying maupun konten yang berdampak negatif terhadap kondisi psikologis.

dr Novalia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial tidak serta-merta dapat disebut sebagai penyebab depresi. “Bukti ilmiah menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial secara umum dengan depresi dan kecemasan relatif kecil,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut dia, penggunaan media sosial yang sudah bersifat problematik memiliki hubungan yang lebih konsisten dengan depresi, kecemasan, hingga gangguan tidur. 
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network