get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Halima Hadi Alfina, Berangkat Haji di Usia 18 Tahun Berkat Nabung Honor Menari sejak TK

Waspada Hantavirus! Virus Mematikan yang Lebih Ganas dari Covid-19, Kenali Gejalanya

Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB
header img
ilustrasi Hantavirus, virus yang lebih mematikan daripada Covid-19. (foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Munculnya outbreak Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di kawasan Antartika membuat dunia kesehatan meningkatkan kewaspadaan.

Hantavirus disebut sebagai virus yang tergolong langka diduga menyebabkan sejumlah kematian. Fakta mengejutkan, beberapa ahli mengungkap terjadi penularan terbatas Hantavirus antarmanusia.

Dengan demikian, Hantavirus dapat dikatakan sangat berbahaya saat ini. Jika semakin menyebar luas, bukan tidak mungkin virus mematikan ini bisa menjadi ancaman baru masyarakat global. 

Agar kita lebih waspada terhadap Hantavirus, berikut ini beberapa informasi penting terkait Hantavirus, mulai dari keparahan virus hingga gejalanya. 

Virus yang Dibawa Tikus dan Mencit
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, terutama menyerang paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Saat partikel tersebut mengering lalu terhirup manusia, infeksi dapat terjadi.

Seseorang juga berisiko tertular ketika membersihkan gudang, rumah kosong, loteng, atau area yang dipenuhi tikus tanpa menggunakan perlindungan seperti masker dan sarung tangan.

Hantavirus sendiri terbagi dalam dua kelompok penyakit utama. Pertama, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang banyak ditemukan di kawasan Amerika dan dikenal paling mematikan.

Gejala Infeksi Hantavirus
Gejalanya diawali demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga kelelahan. Namun dalam beberapa hari, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat menjadi sesak napas berat akibat paru-paru dipenuhi cairan. WHO mencatat tingkat kematian HPS dapat mencapai 38 hingga 50 persen.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut