Barantin Lepas Ekspor Produk Unggulan Jateng: Sarang Burung Walet hingga Daun Cincau Kering

Ahmad Antoni
Barantin melepas ekspor produk unggulan Jateng di Depo Adam Wiji Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (29/11/2025). Foto: iNewsSemarang

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jawa Tengah) menggelar kegiatan Go Ekspor.

Salah satu kegiatannya berupa bimbingan teknis tantangan ekspor gula semut (Coconut sugar) kepada para pelaku usaha di wilayah Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Karantina Jateng juga mensertifikasi berbagai komoditas ekspor Jateng senilai Rp8,7 miliar.

"Barantin melakukan sertifikasi komoditas hewan, ikan dan tumbuhan dari Indonesia, memastikan bahwa semuanya sudah mememuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan, agar tidak ada penolakan, sekaligus kita juga melakukan pembinaan agar para UMKM dan pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut," jelas Sahat M Panggabean, di Depo Adam Wiji Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (29/11/2025).

Dia mengatakan, sesuai Undang-Undang nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan, Barantin memiliki tugas dan fungsi menjamin kelestarian sumber daya alam hayati guna mendukung kemandirian pangan, keberlanjutan, serta meningkatkan daya saing dalam kerangka keberterimaan produk ekspor di negara tujuan. 

Sahat menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam hayati tersebut karena merupakan aset bangsa, sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi masyarakat.

Berbagai komoditas yang diekspor diantaranya adalah produk hewan yaitu sarang burung walet sejumlah 320 kilogram tujuan Cina senilai Rp4,7 miliar, produk perikanan berupa ikan pari beku sejumlah 24 ton tujuan Vietnam senilai Rp902 juta.

Kemudian kerupuk udang 18 ton tujuan Belanda senilai Rp813 juta, sedangkan produk tumbuhan yaitu kapulaga sejumlah 15 ton tujuan Cina senilai Rp1,4 miliar, kopi 17 ton tujuan Uni Emirat Arab senilai Rp1,4 miliar, plywood 58.517 m3 tujuan Uni Emirat Arab senilai Rp466 juta, serta daun cincau kering 12 ton tujuan Malaysia senilai Rp470 juta.

Sementara, berbagai rangkaian kegiatan Karantina Go Ekspor yang dilaksanakan yaitu menampilkan berbagai produk UMKM dan koleksi produk pertanian perikanan ekspor Jateng, penandatangan antara eksportir dan pembeli, bimbingan teknis kepada pelaku usaha dengan tema tantangan ekspor gula semut (Coconut sugar).

Teknologi pengolahan biji kopi (coffee bean) untuk inovasi produk kopi, dukungan pembiayaan Bank Indonesia dalam ekspor produk pertanian, prosedur penerbitan surat keterangan asal (CoO), serta pendampingan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas produk ekspor.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network