Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Gubernur Luthfi Tak Ingin Konflik Horisontal Terjadi di Jateng

Ahmad Antoni
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (foto: istimewa)

Sebagai bentuk perhatian, Ia menerjunkan tim pendampingan dengan menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah agar mendampingi para santri agar hak pendidikan dan perlindungan mereka tetap terpenuhi.

“Sudah saya perintahkan DP3AKB untuk berangkat ke sana untuk  melakukan evaluasi dan asistensi,” kata Luthfi seusai kegiatan gelar pengawasan.

Menurutnya, pendampingan telah dilakukan dua kali. Dari penanganan tersebut, pemerintah provinsi mengidentifikasi belasan santri yang membutuhkan perhatian dan pendampingan agar aktivitas pendidikan mereka tidak terganggu.

“Pemprov punya suatu komitmen, tidak boleh ada anak-anak kita yang sampai tidak bisa belajar dan tidak mendapatkan pendampingan manakala lembaganya terjadi permasalahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen juga menegaskan pentingnya pendampingan psikologis bagi anak-anak terdampak. Pendampingan itu perlu dilakukan tidak mengalami trauma berkepanjangan dan tetap mendapatkan hak pendidikannya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network