Galuh mengungkapkan, urtikaria dapat dikenali dari bintik atau bercak merah maupun keputihan yang menonjol, memiliki batas tegas, dan terasa sangat gatal. Kelainan kulit ini dapat muncul di seluruh tubuh dan berpindah dari satu bagian ke bagian lain.
Pada kondisi tertentu, urtikaria juga dapat disertai angioedema, yakni pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam, misalnya pada kelopak mata atau bibir. "Namun, tanda alergi pada anak tidak hanya muncul pada kulit," ujarnya.
Reaksi alergi juga bisa terlihat di saluran pernapasan maupun pencernaan. Pada saluran pernapasan, misalnya, alergi dapat berkaitan dengan asma.
Gejalanya seperti batuk yang berulang, terutama pada malam atau dini hari maupun ketika anak beraktivitas. Selain itu napas berbunyi "ngik" atau mengi, napas cepat, sesak, hingga anak mudah lelah saat bermain atau berolahraga.
Sementara itu, pada rhinitis alergi, gejala yang umum muncul berupa hidung berair dengan cairan jernih, hidung tersumbat, bersin berulang, serta rasa gatal pada hidung, mata, atau langit-langit mulut.
"Keluhan tersebut dapat lebih sering dirasakan pada pagi atau malam hari. Reaksi alergi juga dapat melibatkan saluran pencernaan," ungkapnya.
Beberapa keluhan yang perlu diperhatikan antara lain rasa gatal pada mulut atau tenggorokan, muntah. Lalu diare yang berlangsung lama, buang air besar berdarah, sakit perut, hingga anak menolak makan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
